Akuisisi Warner Bros. Discovery oleh Netflix Ubah Peta Industri Streaming Dunia
Netflix resmi mengakuisisi Warner Bros. Discovery senilai Rp1.300 triliun, membuka akses Harry Potter, DC, hingga HBO ke Netflix.
Industri hiburan global bersiap menghadapi perubahan terbesar dalam beberapa dekade terakhir setelah Netflix resmi mengumumkan kesepakatan akuisisi Warner Bros. Discovery (WBD) dengan nilai fantastis mencapai 82,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.300 triliun.
Jika disetujui pemerintah Amerika Serikat, langkah ini akan menjadikan Netflix sebagai pemilik salah satu studio film terbesar di dunia.
Melalui akuisisi tersebut, Netflix akan mendapatkan akses ke perpustakaan raksasa Warner Bros. Discovery, termasuk waralaba besar seperti Harry Potter, DC Comics, hingga seluruh konten HBO dan HBO Max.
Kesepakatan ini langsung dipandang sebagai konsolidasi masif di industri televisi, film, dan layanan streaming global.
CEO Netflix Ted Sarandos menyebut penggabungan dua raksasa ini akan membuka era baru dalam dunia hiburan.
“Dengan menggabungkan perpustakaan luar biasa Warner Bros., dari klasik seperti Casablanca dan Citizen Kane hingga favorit modern seperti Harry Potter dan Friends, bersama judul Netflix seperti Stranger Things dan Squid Game, kami dapat menghadirkan lebih banyak pilihan bagi penonton dan ikut mendefinisikan abad baru dalam dunia storytelling,” ujar Sarandos, dikutip dari TechRadar.
Senada, CEO Warner Bros. Discovery David Zaslav, menilai kesepakatan ini akan memastikan warisan konten Warner Bros. tetap hidup lintas generasi.
“Selama lebih dari satu abad, Warner Bros. telah membentuk budaya global. Bersama Netflix, kami memastikan kisah-kisah paling beresonansi di dunia tetap dinikmati generasi mendatang,” katanya.
Meski kesepakatan telah diumumkan, proses masih menunggu persetujuan regulator Amerika Serikat. Dengan skala bisnis kedua perusahaan yang sangat besar, pengawasan ketat dari pemerintah dipastikan akan terjadi sebelum akuisisi benar-benar rampung.
Nasib HBO
Dalam pernyataan resminya, Netflix menegaskan pustaka film dan serial HBO serta HBO Max akan tersedia bagi pelanggan Netflix.
Artinya, ke depan penonton berpotensi bisa menikmati konten seperti Succession, The Last of Us, hingga Superman langsung dalam satu aplikasi.
Namun, Netflix juga menegaskan tetap akan mempertahankan model perilisan bioskop untuk film-film Warner Bros., yang selama ini menjadi perhatian publik mengingat Netflix dikenal lebih fokus pada distribusi digital.
“Netflix berharap bisa mempertahankan operasional Warner Bros. saat ini dan membangun kekuatannya, termasuk perilisan film di bioskop,” tulis pernyataan resmi Netflix.
Di balik kesepakatan ini, sejumlah nama besar lain seperti Comcast dan Paramount sebenarnya sempat dikabarkan tertarik mengakuisisi WBD.
Meski Netflix mengklaim akuisisi ini akan memberi “lebih banyak pilihan dan nilai lebih besar bagi konsumen”, tidak semua pihak langsung yakin. Kekhawatiran soal kenaikan harga langganan, dominasi pasar, hingga berkurangnya kompetisi turut mengemuka.
Satu hal yang pasti, jika seluruh proses berjalan mulus, industri streaming global akan memasuki babak baru, dengan Netflix sebagai pemain paling dominan dalam sejarah hiburan modern.










